Apakah Orang Kurus Bisa Terkena Diabetes?

Jangan Mengira Tubuh Kurus Berarti Bebas dari Diabetes

“Diabetes tidak mengenal bentuk tubuh. Meskipun terlihat kurus, seseorang tetap dapat mengalami diabetes jika memiliki faktor risiko tertentu.”

Banyak orang mengira diabetes hanya dialami oleh orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Padahal, orang dengan tubuh kurus juga bisa terkena diabetes.

Berat badan memang merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan risiko diabetes tipe 2, tetapi bukan satu-satunya faktor. Riwayat keluarga, usia, kurang aktivitas fisik, pola makan, kondisi kesehatan tertentu, serta faktor genetik juga dapat berperan. Bahkan, lemak yang menumpuk di sekitar perut dapat meningkatkan risiko diabetes meskipun berat badan seseorang terlihat normal.

Mengapa Orang Kurus Bisa Terkena Diabetes?

1. Faktor keturunan

Jika orang tua atau saudara kandung memiliki diabetes, risiko seseorang untuk mengalami diabetes dapat meningkat. Faktor genetik dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam memproduksi dan menggunakan insulin.

2. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel pankreas yang menghasilkan insulin. Kondisi ini tidak disebabkan oleh seseorang terlalu banyak makan gula atau karena memiliki tubuh gemuk.

Diabetes tipe 1 dapat terjadi pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Orang yang mengalaminya membutuhkan insulin setiap hari.

3. Lemak di sekitar perut

Tubuh yang tampak kurus dari luar belum tentu bebas dari lemak tubuh berlebih. Lingkar pinggang yang besar dapat menjadi salah satu penanda meningkatnya risiko diabetes, bahkan pada orang dengan indeks massa tubuh yang tidak tinggi.

4. Kurang bergerak

Jarang melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Terlalu banyak duduk dan kurang bergerak dapat memengaruhi kemampuan tubuh menggunakan insulin secara optimal.

5. Pola makan kurang sehat

Tubuh kurus bukan berarti pola makan sudah sehat. Kebiasaan mengonsumsi minuman manis, makanan tinggi gula, makanan ultra-proses, serta kurang mengonsumsi makanan bergizi seimbang tetap perlu diperhatikan.

6. Gangguan produksi atau kerja insulin

Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh mengalami resistensi insulin dan/atau pankreas tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.

Apa Saja Tanda yang Perlu Diwaspadai?

Diabetes terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas, terutama pada tahap awal. Karena itu, jangan menunggu sampai muncul keluhan berat.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Sering merasa haus

  • Sering buang air kecil

  • Mudah merasa lapar

  • Mudah lelah

  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas

  • Penglihatan menjadi kabur

  • Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki

  • Luka sulit sembuh

Pada diabetes tipe 2, gejala dapat berkembang secara perlahan dan sebagian orang bahkan tidak menyadarinya.

Jadi, Apakah Orang Kurus Perlu Memeriksa Gula Darah?

Ya, terutama jika memiliki faktor risiko atau mengalami gejala yang mencurigakan.

Jangan menjadikan bentuk tubuh sebagai satu-satunya patokan kesehatan. Pemeriksaan gula darah dapat membantu mengetahui kondisi kadar gula dalam tubuh dan mendeteksi masalah lebih dini.

Jika memiliki riwayat keluarga diabetes, kurang aktif bergerak, memiliki tekanan darah atau kolesterol yang bermasalah, atau mengalami gejala seperti sering haus dan sering buang air kecil, konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai pemeriksaan yang sesuai.

Bagaimana Cara Menjaga Diri dari Risiko Diabetes?

Baik bertubuh kurus maupun memiliki berat badan berlebih, menjaga pola hidup sehat tetap penting.

Yuk, lakukan beberapa kebiasaan berikut:

🥗 Konsumsi makanan bergizi seimbang
Perbanyak sayur, buah dalam porsi sesuai kebutuhan, sumber protein, dan pilih karbohidrat yang lebih berkualitas.

🚶 Rutin bergerak
Usahakan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki juga dapat menjadi pilihan yang baik.

🥤 Batasi minuman manis
Biasakan memilih air putih dan batasi minuman yang tinggi gula.

😴 Cukup tidur dan kelola stres
Kebiasaan hidup yang sehat sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada berat badan.

🩸 Periksa kesehatan secara berkala
Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi tubuh sebelum muncul komplikasi.

NIDDK menyebutkan bahwa aktivitas fisik secara rutin dan pola makan sehat dapat membantu menurunkan atau menunda risiko diabetes tipe 2 pada orang yang memiliki faktor risiko.

Kesimpulan

Orang kurus tetap bisa terkena diabetes.

Tubuh yang terlihat ramping bukan jaminan bahwa kadar gula darah selalu normal. Diabetes dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keturunan, usia, aktivitas fisik, kondisi metabolisme, distribusi lemak tubuh, serta jenis diabetes yang dialami.

Karena itu, jangan menilai risiko diabetes hanya dari bentuk tubuh.

Kenali faktor risikonya, terapkan pola hidup sehat, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Semakin dini diabetes diketahui, semakin cepat langkah penanganan dan pengendalian dapat dilakukan.

“Tubuh kurus bukan berarti bebas diabetes. Kenali risikonya, jaga pola hidup sehat, dan jangan ragu untuk memeriksakan gula darah.”


Penyunting : Rika Nurani, S.Kom.

📌 Hubungi & Ikuti Puskesmas Kalitanjung

📱 WhatsApp: 0819-0468-4172 (chat only)
📷 Instagram: @puskesmas_kalitanjung
🎵 TikTok: Puskesmas Kalitanjung
🌐 Website: puskesmaskalitanjung.cirebonkota.go.id
📘 Facebook: Puskesmas Kalitanjung
▶️ YouTube: Puskesmas Kalitanjung