Statistik dalam Tabel & Grafik

Menyajikan data statistik daerah secara interaktif melalui tampilan tabel dan visualisasi grafik.

Jumlah Rujukan Pasien BPJS Puskesmas Kalitanjung ke FKTL Tahun 2026

Periode 1 Januari 2026 s/d 30 Januari 2027

Selama Januari–Juli 2026, Puskesmas Kalitanjung mencatat 3.206 rujukan pasien BPJS ke FKTL. Rujukan terbanyak ditujukan ke RSU Medimas sebanyak 1.176 rujukan, diikuti RSUD Gunung Jati sebanyak 656 dan RS Ciremai sebanyak 538 rujukan. Jumlah rujukan tertinggi terjadi pada Juni sebanyak 690 rujukan, sedangkan terendah pada Februari sebanyak 321 rujukan. Data ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan ketepatan dan efektivitas sistem rujukan.

Tabel 1. Tabel2 - Jumlah Rujukan Pasien BPJS ke FKTL Tahun 2025

Tujuan Rujukan FKTL Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Total
RSUD Gunung Jati 88 57 56 106 69 176 104 656
RS Ciremai 46 38 51 51 51 236 65 538
RS Putera Bahagia 27 22 33 37 32 29 43 223
RS Sumber Kasih 14 8 17 23 19 17 19 117
RS Pelabuhan 5 1 3 11 4 6 5 35
RSU Medimas 165 144 153 185 169 164 196 1.176
RS Budi Asta 21 23 14 26 17 9 22 132
RS Muhammadiyah 0 0 1 3 0 0 0 4
RS Panti Abdi Dharma (RSPAD) 4 23 2 9 2 6 8 54
RSIA Cahaya Bunda 1 5 6 5 4 3 6 30
Lain-Lain 50 8 33 41 43 44 30 249
Jumlah 421 321 369 497 410 690 498 3.206
Sumber Data: Puskesmas Kalitanjung

Grafik 1. Tabel2 - Jumlah Rujukan Pasien BPJS ke FKTL Tahun 2025

Sumber Data: Puskesmas Kalitanjung

Berdasarkan data Januari–Juli 2026, jumlah rujukan pasien BPJS dari Puskesmas Kalitanjung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) tercatat sebanyak 3.206 rujukan. Rujukan tersebut tersebar ke berbagai rumah sakit tujuan, baik rumah sakit pemerintah, swasta, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Berdasarkan tujuan rujukan, RSU Medimas menjadi rumah sakit dengan jumlah rujukan terbanyak, yaitu 1.176 rujukan, atau sekitar 36,7% dari seluruh rujukan. Selanjutnya, rujukan terbanyak ditujukan ke RSUD Gunung Jati sebanyak 656 rujukan, RS Ciremai sebanyak 538 rujukan, dan RS Putera Bahagia sebanyak 223 rujukan. Selain itu, terdapat 249 rujukan ke fasilitas lain-lain, 132 rujukan ke RS Budi Asta, serta rujukan ke RS Sumber Kasih, RS Panti Abdi Dharma (RSPAD), RS Pelabuhan, RSIA Cahaya Bunda, dan RS Muhammadiyah.

Berdasarkan waktu, jumlah rujukan mengalami fluktuasi setiap bulan. Juni merupakan bulan dengan jumlah rujukan tertinggi, yaitu 690 rujukan, sedangkan jumlah terendah terjadi pada Februari sebanyak 321 rujukan. Pada bulan lainnya, tercatat 421 rujukan pada Januari, 369 rujukan pada Maret, 497 rujukan pada April, 410 rujukan pada Mei, dan 498 rujukan pada Juli.

Tingginya jumlah rujukan pada bulan Juni terutama dipengaruhi oleh meningkatnya rujukan ke RS Ciremai sebanyak 236 rujukan dan RSUD Gunung Jati sebanyak 176 rujukan. Sementara itu, pada Juli jumlah rujukan kembali tinggi dengan 498 rujukan, dengan tujuan terbanyak ke RSU Medimas sebanyak 196 rujukan, diikuti RSUD Gunung Jati sebanyak 104 rujukan dan RS Ciremai sebanyak 65 rujukan.

Data tersebut menunjukkan bahwa RSU Medimas, RSUD Gunung Jati, dan RS Ciremai merupakan tiga tujuan rujukan utama pasien BPJS dari Puskesmas Kalitanjung. Kondisi ini dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan sistem rujukan, khususnya untuk melihat pola penyakit, jenis kasus yang paling sering dirujuk, kesesuaian indikasi rujukan, serta kapasitas pelayanan yang tersedia di tingkat Puskesmas.

Secara keseluruhan, data rujukan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan dan evaluasi mutu pelayanan primer, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penguatan pelayanan sesuai kewenangan Puskesmas, serta koordinasi dengan fasilitas kesehatan rujukan. Dengan pengelolaan rujukan yang tepat dan sesuai indikasi medis, diharapkan pelayanan kepada peserta BPJS dapat berjalan efektif, efisien, tepat sasaran, dan berkesinambungan.

Aksesibilitas