Statistik dalam Tabel & Grafik

Menyajikan data statistik daerah secara interaktif melalui tampilan tabel dan visualisasi grafik.

Jumlah Rujukan Pasien BPJS dan PBI 2026

Periode 1 Januari 2026 s/d 31 Januari 2027

Selama Januari–Juli 2026, Puskesmas Kalitanjung mencatat 2.839 rujukan pasien, terdiri dari 1.222 rujukan BPJS dan 1.617 rujukan PBI. Jumlah rujukan tertinggi terjadi pada Juli sebanyak 496 rujukan, sedangkan terendah pada Januari sebanyak 323 rujukan. Data ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan ketepatan indikasi dan mutu pelayanan rujukan.

Tabel 1. Tabel2 - Jumlah Rujukan Pasien BPJS Tahun 2026

Keterangan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Total
Rujukan Pasien BPJS 171 156 143 202 171 176 203 1.222
Rujukan Pasien PBI 152 178 225 293 240 236 293 1.617
Jumlah 323 334 368 495 411 412 496 2.839
Sumber Data: Puskesmas Kalitanjung

Grafik 1. Tabel2 - Jumlah Rujukan Pasien BPJS Tahun 2026

Sumber Data: Puskesmas Kalitanjung

Berdasarkan data periode Januari–Juli 2026, jumlah rujukan pasien di Puskesmas Kalitanjung tercatat sebanyak 2.839 rujukan. Rujukan tersebut terdiri dari 1.222 rujukan pasien BPJS dan 1.617 rujukan pasien PBI.

Jumlah rujukan pasien PBI lebih tinggi dibandingkan rujukan pasien BPJS. Rujukan PBI tercatat sebanyak 1.617 rujukan, sedangkan rujukan pasien BPJS sebanyak 1.222 rujukan. Hal ini menunjukkan bahwa rujukan pasien PBI memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap keseluruhan rujukan selama periode tersebut.

Berdasarkan jumlah rujukan per bulan, total rujukan tertinggi terjadi pada Juli sebanyak 496 rujukan, diikuti April sebanyak 495 rujukan. Selanjutnya, jumlah rujukan tercatat sebanyak 412 rujukan pada Juni, 411 rujukan pada Mei, 368 rujukan pada Maret, 334 rujukan pada Februari, dan jumlah terendah terjadi pada Januari sebanyak 323 rujukan.

Pada kategori rujukan pasien BPJS, jumlah tertinggi terjadi pada Juli sebanyak 203 rujukan, disusul April sebanyak 202 rujukan. Jumlah terendah tercatat pada Maret sebanyak 143 rujukan. Sementara itu, pada kategori rujukan pasien PBI, jumlah tertinggi terjadi pada April dan Juli, masing-masing sebanyak 293 rujukan, sedangkan jumlah terendah tercatat pada Januari sebanyak 152 rujukan.

Secara umum, data menunjukkan adanya fluktuasi jumlah rujukan sepanjang Januari–Juli 2026, dengan kecenderungan peningkatan pada beberapa bulan terutama April dan Juli. Kondisi ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Puskesmas Kalitanjung dalam melihat pola penyakit, jenis kasus yang membutuhkan rujukan, ketersediaan pelayanan di tingkat puskesmas, serta efektivitas penanganan pasien sebelum dilakukan rujukan.

Data rujukan juga penting sebagai bahan perencanaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan primer, memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kasus sesuai kompetensi, serta memastikan proses rujukan dilakukan secara tepat indikasi dan sesuai kebutuhan medis pasien. Dengan demikian, pelayanan rujukan diharapkan dapat berlangsung secara efektif, tepat sasaran, dan mendukung kesinambungan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS maupun PBI di wilayah kerja Puskesmas Kalitanjung.

Aksesibilitas