Tali pusat merupakan penghubung antara ibu dan bayi selama masa kehamilan. Setelah bayi lahir, tali pusat akan dipotong dan menyisakan tunggul tali pusat yang biasanya akan mengering dan lepas dengan sendirinya dalam waktu sekitar 5–14 hari. Selama masa tersebut, orang tua perlu melakukan perawatan yang benar agar tidak terjadi infeksi.
Merawat tali pusat sebenarnya cukup sederhana. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan dan memastikan tali pusat tetap kering. Hindari penggunaan ramuan tradisional, bedak, minyak, alkohol, atau bahan lain tanpa anjuran tenaga kesehatan karena dapat meningkatkan risiko infeksi.
Tips Merawat Tali Pusat Bayi
✅ Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah menyentuh tali pusat.
✅ Jaga tali pusat tetap bersih dan kering.
✅ Lipat popok bayi di bawah tali pusat agar tidak tertutup popok dan terkena urine.
✅ Jangan mengoleskan bedak, minyak, kopi, ramuan tradisional, atau obat-obatan tanpa anjuran tenaga kesehatan.
✅ Mandikan bayi dengan hati-hati. Bila tali pusat basah, segera keringkan menggunakan kain atau kasa bersih.
✅ Biarkan tali pusat lepas dengan sendirinya. Jangan menarik atau memaksanya lepas.
Waspadai Tanda Infeksi
Segera bawa bayi ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan apabila ditemukan:
- Kemerahan di sekitar pangkal tali pusat.
- Keluar nanah atau cairan berbau tidak sedap.
- Perdarahan yang tidak berhenti.
- Bayi demam, tampak lemas, atau tidak mau menyusu.
- Area tali pusat tampak bengkak atau terasa nyeri saat disentuh.
Perawatan tali pusat yang tepat merupakan langkah awal dalam menjaga kesehatan bayi baru lahir. Dengan perhatian sederhana setiap hari, orang tua dapat membantu mencegah infeksi dan mendukung proses penyembuhan alami hingga tali pusat lepas dengan sempurna.
Apabila memiliki pertanyaan mengenai perawatan bayi baru lahir, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Kalitanjung.
"Rawat dengan benar, lindungi si kecil sejak hari pertama kehidupannya."
