Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Kita Jarang Bergerak?
Di tengah kesibukan sehari-hari, kita mungkin lebih sering duduk di depan komputer, menggunakan ponsel, menonton televisi, atau berbaring untuk beristirahat. Tanpa disadari, terlalu banyak duduk dan jarang bergerak dapat memberikan dampak bagi kesehatan tubuh.
Tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Aktivitas fisik tidak selalu berarti olahraga berat. Berjalan kaki, membersihkan rumah, berkebun, menaiki tangga, atau melakukan peregangan juga merupakan bagian dari aktivitas yang membantu tubuh tetap aktif.
Apa Dampaknya Jika Kita Jarang Bergerak?
1. Kesehatan Jantung Menurun
Kurang bergerak dapat membuat kebugaran jantung dan pembuluh darah menurun. Dalam jangka panjang, gaya hidup yang kurang aktif dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tidak sehat, dan penyakit jantung.
2. Berat Badan Lebih Mudah Bertambah
Saat tubuh jarang bergerak, energi yang digunakan menjadi lebih sedikit. Jika asupan makanan tidak disesuaikan dengan aktivitas, kelebihan energi dapat disimpan sebagai lemak sehingga berat badan lebih mudah meningkat.
3. Otot Menjadi Lemah
Otot membutuhkan aktivitas agar tetap kuat. Terlalu lama tidak bergerak dapat menyebabkan kekuatan dan kebugaran otot menurun. Akibatnya, tubuh bisa lebih cepat lelah ketika melakukan aktivitas sehari-hari.
4. Kesehatan Tulang Dapat Terganggu
Aktivitas fisik, terutama aktivitas yang melibatkan beban tubuh seperti berjalan dan naik tangga, membantu menjaga kekuatan tulang. Kebiasaan tidak aktif dalam jangka panjang dapat membuat kesehatan tulang kurang optimal.
5. Risiko Gangguan Gula Darah Meningkat
Kurangnya aktivitas fisik dapat membuat tubuh kurang optimal dalam menggunakan insulin. Jika berlangsung terus-menerus dan disertai faktor risiko lainnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
6. Suasana Hati dan Kesehatan Mental Dapat Terpengaruh
Aktivitas fisik tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga dapat membantu menjaga suasana hati. Kurang bergerak dapat membuat tubuh terasa lebih lesu dan pada sebagian orang dapat berkaitan dengan meningkatnya stres, kecemasan, atau perasaan tidak bersemangat.
7. Pencernaan Bisa Menjadi Kurang Lancar
Gerakan tubuh membantu mendukung aktivitas sistem pencernaan. Ketika seseorang terlalu banyak duduk dan kurang aktif, ditambah kurang minum dan kurang serat, risiko mengalami sembelit dapat meningkat.
Tidak Harus Olahraga Berat
Menjadi aktif tidak harus dilakukan dengan olahraga berat atau pergi ke pusat kebugaran. Kita dapat memulainya dari kebiasaan sederhana, seperti:
Berjalan kaki saat memiliki kesempatan.
Melakukan peregangan setelah duduk cukup lama.
Memilih menggunakan tangga jika memungkinkan.
Melakukan pekerjaan rumah tangga.
Mengurangi waktu duduk yang terlalu lama.
Bermain aktif bersama anak atau keluarga.
Melakukan aktivitas fisik yang disukai secara rutin.
Yang terpenting adalah mulai bergerak dan lakukan secara konsisten sesuai kemampuan tubuh.
Yuk, Mulai Bergerak!
Jangan menunggu tubuh terasa tidak nyaman untuk mulai aktif. Sisihkan waktu setiap hari untuk bergerak dan kurangi kebiasaan duduk terlalu lama.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran, mempertahankan kekuatan otot dan tulang, menjaga berat badan, serta mendukung kesehatan fisik dan mental.
“Aktif bergerak hari ini, untuk hidup lebih sehat esok nanti.”
Mari jadikan bergerak sebagai bagian dari gaya hidup sehat keluarga. Sedikit bergerak lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.
Puskesmas Kalitanjung
Edukasi Kesehatan | Promotif dan Preventif