Makan Cepat atau Lambat, Mana yang Lebih Baik?

Yuk, Kenali Pengaruh Kecepatan Makan terhadap Kesehatan

“Makan bukan sekadar mengisi perut. Nikmati setiap suapan agar tubuh punya waktu untuk mengenali rasa kenyang.”

Pernahkah kita makan terburu-buru karena sibuk, mengejar waktu, atau sudah terlalu lapar? Kebiasaan makan dengan cepat ternyata dapat memengaruhi jumlah makanan yang kita konsumsi dan kenyamanan pencernaan.

Lalu, makan cepat atau lambat, mana yang lebih baik?

🍽️ Makan Cepat

Makan terlalu cepat membuat tubuh memiliki waktu yang lebih sedikit untuk menerima dan merespons sinyal kenyang. Akibatnya, seseorang dapat makan lebih banyak sebelum merasa cukup.

Makan terburu-buru juga dapat membuat makanan kurang dikunyah dengan baik dan menyebabkan lebih banyak udara ikut tertelan. Pada sebagian orang, hal ini dapat memicu rasa kembung, begah, atau tidak nyaman setelah makan.

Jika menjadi kebiasaan, pola makan cepat juga dapat berkaitan dengan asupan makanan yang berlebihan dan peningkatan risiko berat badan berlebih.

🥗 Makan Lebih Lambat

Makan dengan lebih perlahan memberikan kesempatan untuk mengunyah makanan dengan baik, menikmati makanan, dan mengenali rasa kenyang.

Saat kita tidak terburu-buru, tubuh memiliki waktu untuk memproses sinyal kenyang sehingga kita lebih mudah berhenti makan ketika kebutuhan sudah tercukupi.

Makan dengan tenang juga dapat membantu menciptakan pengalaman makan yang lebih nyaman dan mindful.

⏰ Bagaimana Cara Membiasakan Makan Lebih Perlahan?

Tidak perlu langsung mengubah kebiasaan secara drastis. Coba lakukan beberapa langkah sederhana berikut:

  1. Luangkan waktu khusus untuk makan dan hindari makan sambil terburu-buru.

  2. Kunyah makanan dengan baik sebelum menelannya.

  3. Letakkan sendok atau garpu sesekali di antara beberapa suapan.

  4. Nikmati rasa, aroma, dan tekstur makanan.

  5. Kurangi distraksi, seperti terlalu fokus pada televisi atau ponsel saat makan.

  6. Perhatikan sinyal kenyang dan berhentilah ketika sudah merasa cukup.

  7. Hindari menunggu sampai sangat lapar, karena kondisi tersebut dapat membuat kita cenderung makan lebih cepat dan lebih banyak.

💡 Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Makan lebih perlahan dan tidak terburu-buru merupakan pilihan yang lebih baik.

Namun, tidak ada satu angka pasti yang wajib diterapkan untuk semua orang. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan makan dengan tenang, sadar, cukup, dan menikmati makanan.

Jika setelah makan seseorang sering mengalami keluhan seperti nyeri perut, muntah, sulit menelan, atau gangguan pencernaan yang menetap, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

❤️ Pesan Kesehatan

“Pelankan ritme makanmu. Nikmati setiap suapan, beri kesempatan tubuh mengenali rasa kenyang, dan jadikan waktu makan sebagai bagian dari hidup sehat.”

Penyunting : Rika Nurani, S.Kom. dan Naufal Afif, S.K.M.


📌 PUSKESMAS KALITANJUNG

📱 WhatsApp: 0819-0468-4172 (chat only)
📷 Instagram: @puskesmas_kalitanjung
🎵 TikTok: Puskesmas Kalitanjung
🌐 Website: puskesmaskalitanjung.cirebonkota.go.id
📘 Facebook : Puskesmas Kalitanjung
▶️ Youtube : Puskesmas Kalitanjung

makansehat, makanperlahan, polamakansehat, kesehatanpencernaan, pencernaan, hidupsehat, giziseimbang, perilakuhidupsehat, tipskesehatan, edukasikesehatan, puskesmas, puskesmaskalitanjung