Cara Mengukur Suhu Tubuh Anak dengan Benar, Jangan Sampai Keliru!

Demam merupakan salah satu tanda bahwa tubuh anak sedang melawan infeksi. Oleh karena itu, mengetahui suhu tubuh anak secara tepat sangat penting agar orang tua dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai. Pengukuran suhu tubuh yang dilakukan dengan cara yang benar akan memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan hanya meraba dahi atau tubuh anak.

Saat ini, penggunaan termometer digital menjadi pilihan yang paling praktis dan mudah digunakan di rumah. Orang tua juga perlu memahami lokasi pengukuran suhu yang sesuai dengan usia anak agar hasil pemeriksaan lebih akurat.

Kapan Anak Dikatakan Demam?

Secara umum, suhu tubuh normal anak berkisar antara 36,5°C hingga 37,5°C. Anak dikatakan mengalami demam apabila suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih.

Perlu diingat bahwa suhu tubuh dapat berubah tergantung pada waktu pengukuran, aktivitas anak, serta lokasi pengukuran suhu.


Cara Mengukur Suhu Tubuh Anak

1. Melalui Ketiak (Aksila)

Metode ini paling mudah dan aman digunakan untuk bayi maupun anak.

Langkah-langkah:

  • Pastikan ketiak anak dalam keadaan kering.

  • Letakkan ujung termometer di tengah ketiak.

  • Rapatkan lengan anak hingga termometer terjepit dengan baik.

  • Tunggu hingga termometer berbunyi.

  • Catat hasil pengukuran.


2. Melalui Mulut (Oral)

Metode ini cocok untuk anak usia di atas 4–5 tahun yang sudah dapat mengikuti instruksi.

Cara melakukannya:

  • Pastikan anak tidak makan atau minum selama 15–30 menit sebelumnya.

  • Letakkan termometer di bawah lidah.

  • Minta anak menutup mulut hingga termometer berbunyi.

  • Baca hasil pengukuran.


3. Melalui Telinga (Timpanik)

Metode ini cepat dan praktis apabila menggunakan termometer khusus telinga.

Tips:

  • Tarik daun telinga perlahan sesuai petunjuk penggunaan alat.

  • Masukkan probe dengan benar.

  • Tunggu hingga hasil muncul.


4. Melalui Dubur (Rektal)

Metode ini merupakan cara yang paling akurat untuk bayi, tetapi sebaiknya dilakukan dengan hati-hati atau sesuai petunjuk tenaga kesehatan.


Tips Agar Hasil Pengukuran Akurat

  • Gunakan termometer digital yang masih berfungsi dengan baik.

  • Bersihkan termometer sebelum dan sesudah digunakan.

  • Jangan mengukur suhu tubuh segera setelah anak mandi air hangat, berolahraga, atau menangis terus-menerus.

  • Lakukan pengukuran pada posisi yang benar sesuai jenis termometer.

  • Catat hasil pengukuran beserta waktu pemeriksaan apabila demam berlangsung lebih dari satu hari.


Kapan Harus Segera Membawa Anak ke Puskesmas?

Segera periksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila:

  • Bayi berusia kurang dari 3 bulan dengan suhu 38°C atau lebih.

  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari.

  • Suhu tubuh mencapai 39°C atau lebih.

  • Anak tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan.

  • Mengalami kejang.

  • Sesak napas.

  • Muntah atau diare terus-menerus.

  • Tidak mau makan atau minum sama sekali.

  • Muncul ruam pada kulit.

  • Orang tua merasa kondisi anak semakin memburuk.


Jangan Hanya Mengandalkan Rabaan

Meraba dahi atau tubuh anak memang dapat memberikan gambaran bahwa anak terasa hangat, tetapi cara tersebut tidak dapat menentukan suhu tubuh secara akurat. Oleh karena itu, gunakan selalu termometer saat anak tampak demam agar keputusan penanganan lebih tepat.

Pemantauan suhu tubuh yang benar akan membantu orang tua mengetahui perkembangan kondisi anak dan memudahkan tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan yang sesuai.


Ayo Jaga Kesehatan Anak!

Apabila anak mengalami demam tinggi, demam berkepanjangan, atau disertai tanda bahaya lainnya, segera konsultasikan ke Puskesmas Kalitanjung untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

"Pengukuran suhu tubuh yang tepat adalah langkah awal dalam melindungi kesehatan anak."