Kapan berat badan disebut obesitas? Apa risikonya bagi kesehatan?

Obesitas adalah kondisi ketika terjadi penumpukan lemak tubuh secara berlebihan yang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi merupakan salah satu faktor risiko penting untuk berbagai penyakit tidak menular.

❓ Kapan berat badan disebut obesitas?

Salah satu cara untuk menilai status gizi orang dewasa adalah dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT).

Rumus IMT:

IMT = Berat badan (kg) ÷ [Tinggi badan (m) × Tinggi badan (m)]

Dalam skrining kesehatan di Indonesia, IMT ≥27 kg/m² digunakan sebagai kategori obesitas pada orang dewasa. Sementara itu, dalam pedoman tata laksana obesitas dewasa, IMT ≥25 kg/m² sudah menjadi batas untuk penilaian dan tata laksana obesitas, terutama karena risiko penyakit terkait obesitas dapat meningkat pada nilai IMT yang lebih rendah pada populasi Asia.

Karena itu, hasil IMT sebaiknya tidak dinilai sendirian. Tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan lingkar perut, kondisi kesehatan, riwayat penyakit, serta faktor risiko lainnya.

❓ Apa risiko obesitas bagi kesehatan?

Obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit dan gangguan kesehatan, antara lain:

  • ❤️ Penyakit jantung dan pembuluh darah

  • 🩸 Tekanan darah tinggi (hipertensi)

  • 🍬 Diabetes melitus tipe 2

  • 🫀 Penyakit hati berlemak

  • 🦴 Nyeri sendi dan osteoartritis

  • 😴 Sleep apnea atau gangguan napas saat tidur

  • 🟡 Gangguan kandung empedu

  • 🧬 Peningkatan risiko beberapa jenis kanker

  • 🧠 Gangguan kesehatan dan kualitas hidup yang dapat berkaitan dengan obesitas

Risiko tersebut dapat berbeda pada setiap orang. Semakin banyak faktor risiko dan penyakit penyerta yang dimiliki, semakin penting dilakukan evaluasi oleh tenaga kesehatan.

❓ Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi obesitas?

Perubahan gaya hidup merupakan bagian penting dalam pencegahan dan penanganan obesitas. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Pilih makanan bergizi seimbang
Perbanyak sayur, buah, sumber protein, dan makanan tinggi serat.

2. Batasi konsumsi gula, garam, dan lemak
Kurangi makanan dan minuman tinggi kalori, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

3. Lakukan aktivitas fisik secara rutin
Pilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan.

4. Tidur yang cukup
Jaga pola tidur yang cukup dan teratur.

5. Pantau berat badan secara berkala
Perhatikan perubahan berat badan dan kondisi kesehatan secara rutin.

6. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan
Jika berat badan terus meningkat atau terdapat penyakit penyerta, lakukan pemeriksaan dan konsultasi untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Penanganan obesitas sebaiknya dilakukan secara bertahap dan realistis. Tidak perlu melakukan diet ekstrem atau menggunakan obat penurun berat badan tanpa anjuran tenaga kesehatan.

“Menjaga berat badan bukan hanya tentang penampilan, tetapi tentang menjaga kesehatan dan kualitas hidup untuk jangka panjang.”

💡 Ingat!

Obesitas dapat dicegah dan dikelola. Mulailah dari perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten: pilih makanan lebih sehat, aktif bergerak, tidur cukup, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai berat badan, IMT, lingkar perut, atau risiko penyakit akibat obesitas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di Puskesmas.


Penyunting : Rika Nurani, S.Kom.

📱 WhatsApp: 0819-0468-4172 (chat only)
📷 Instagram: @puskesmas_kalitanjung
🎵 TikTok: Puskesmas Kalitanjung
🌐 Website: puskesmaskalitanjung.cirebonkota.go.id
📘 Facebook: Puskesmas Kalitanjung
▶️ Youtube: Puskesmas Kalitanjung