Alergi merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang umumnya tidak berbahaya. Zat pemicu tersebut disebut alergen. Alergi dapat terjadi pada siapa saja dan menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari bersin, pilek, gatal-gatal, ruam kulit, hingga reaksi berat yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Apa perbedaan alergi dan infeksi?
Meskipun beberapa gejalanya dapat terlihat mirip, alergi dan infeksi memiliki penyebab yang berbeda.
Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen, misalnya serbuk sari, tungau debu, bulu hewan, makanan tertentu, atau bahan tertentu di lingkungan. Keluhan dapat berupa bersin berulang, hidung gatal atau berair, mata gatal dan berair, ruam atau gatal pada kulit, serta sesak pada sebagian orang.
Sementara itu, infeksi disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, atau parasit. Infeksi dapat menimbulkan demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, diare, nyeri tubuh, atau keluhan lain sesuai bagian tubuh yang terkena.
Perbedaan sederhananya
Alergi | Infeksi |
|---|---|
Dipicu oleh alergen | Disebabkan oleh mikroorganisme |
Tidak menular | Sebagian dapat menular |
Sering muncul setelah terpapar pemicu | Gejala berkembang sesuai perjalanan infeksi |
Dapat menyebabkan gatal, bersin, mata berair, atau ruam | Sering disertai demam, nyeri, batuk, atau keluhan khas infeksi |
Tidak disebabkan oleh virus atau bakteri | Dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau parasit |
Namun, gejala setiap orang dapat berbeda. Apabila keluhan menetap, berulang, atau semakin berat, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penilaian yang tepat.
Apa saja pemicu alergi yang umum?
Pemicu alergi berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa alergen yang cukup umum antara lain:
1. Serbuk sari (pollen)
Dapat berasal dari bunga, rumput, atau pohon dan pada orang tertentu dapat memicu bersin, hidung berair, serta mata gatal.
2. Tungau debu
Tungau dapat ditemukan pada debu rumah, kasur, bantal, karpet, dan sofa. Paparannya dapat memicu keluhan alergi saluran pernapasan.
3. Bulu atau serpihan kulit hewan
Kucing, anjing, dan hewan peliharaan lainnya dapat menjadi pemicu alergi pada sebagian orang.
4. Makanan tertentu
Beberapa makanan yang dapat menyebabkan alergi antara lain susu, telur, kacang-kacangan, ikan, makanan laut, dan gandum. Pemicu setiap orang dapat berbeda.
5. Jamur
Paparan jamur, terutama di tempat yang lembap dan kurang memiliki ventilasi, dapat memicu keluhan alergi pada sebagian orang.
6. Bahan kimia atau iritan tertentu
Parfum, asap rokok, deterjen, pewangi ruangan, dan bahan lainnya dapat memicu atau memperburuk keluhan pada orang yang sensitif.
“Kenali pemicu alergi Anda, kurangi paparannya, dan jangan abaikan gejala yang semakin berat.”
Bagaimana cara mengurangi risiko alergi?
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:
Kenali pemicu yang menyebabkan keluhan dan sebisa mungkin hindari paparannya.
Jaga kebersihan rumah, terutama kamar tidur.
Bersihkan kasur, bantal, karpet, dan tempat yang mudah menumpuk debu secara rutin.
Pastikan ruangan memiliki ventilasi dan tidak terlalu lembap.
Hindari asap rokok dan paparan bahan yang dapat memperburuk keluhan.
Jika memiliki alergi terhadap makanan tertentu, hindari makanan yang telah diketahui menjadi pemicu.
Konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila gejala sering kambuh atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kapan harus segera mencari pertolongan?
Sebagian besar reaksi alergi dapat berupa keluhan ringan, tetapi reaksi alergi berat (anafilaksis) merupakan kondisi darurat.
Segera cari pertolongan medis apabila setelah terpapar sesuatu muncul gejala seperti sesak atau kesulitan bernapas, pembengkakan pada bibir, lidah atau tenggorokan, sulit menelan, pusing berat, lemas, atau penurunan kesadaran.
Jangan menunda pertolongan apabila gejala berkembang dengan cepat.
Kesimpulan
Alergi merupakan respons berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap alergen, sedangkan infeksi disebabkan oleh mikroorganisme. Keduanya dapat memiliki beberapa gejala yang menyerupai satu sama lain, sehingga penting untuk memperhatikan pola keluhan dan pemicunya.
Dengan mengenali pemicu, menjaga kebersihan lingkungan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan, keluhan alergi dapat dikelola dengan lebih baik.
Puskesmas Kalitanjung mengajak masyarakat untuk lebih mengenali kondisi kesehatan diri dan keluarga. Jangan ragu berkonsultasi apabila keluhan alergi berulang, menetap, atau mengganggu aktivitas.
Penyunting : Rika Nurani, S.Kom.
📱 WhatsApp: 0819-0468-4172 (chat only)
📷 Instagram: @puskesmas_kalitanjung
🎵 TikTok: Puskesmas Kalitanjung
🌐 Website: puskesmaskalitanjung.cirebonkota.go.id
Facebook: Puskesmas Kalitanjung
YouTube: Puskesmas Kalitanjung
PUSKESMAS KALITANJUNG
Sehat Bersama, Keluarga Bahagia