Diare pada anak merupakan kondisi yang cukup sering terjadi. Umumnya, diare ditandai dengan buang air besar lebih sering dari biasanya dengan tinja yang lebih encer atau cair.
Sebagian besar diare pada anak dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Namun, diare dapat menjadi berbahaya apabila anak kehilangan banyak cairan dan mengalami dehidrasi.
Karena itu, orang tua perlu mengetahui tanda-tanda dehidrasi dan kapan anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
❓ Kapan diare pada anak dikatakan berbahaya?
Diare perlu mendapat perhatian lebih apabila anak:
Buang air besar berkali-kali dan kehilangan banyak cairan.
Muntah berulang sehingga sulit minum.
Tidak mau atau tidak mampu minum.
Tampak sangat lemas atau mengantuk.
Mengalami demam tinggi.
Terdapat darah dalam tinja.
Buang air kecil jauh lebih sedikit dari biasanya.
Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.
Diare berlangsung terus-menerus atau kondisi anak semakin memburuk.
Bayi dan anak kecil lebih cepat mengalami dehidrasi, sehingga perlu dipantau lebih ketat.
❓ Apa itu dehidrasi?
Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada cairan yang masuk.
Pada diare, tubuh kehilangan cairan dan elektrolit melalui tinja. Kehilangan cairan dapat semakin banyak apabila diare disertai muntah.
Dehidrasi merupakan salah satu komplikasi diare yang paling perlu diwaspadai.
❓ Apa tanda-tanda dehidrasi pada anak?
Orang tua perlu memperhatikan beberapa tanda berikut:
💧 Anak sangat haus atau justru tidak mau minum.
👄 Mulut dan lidah tampak kering.
😢 Menangis dengan air mata yang sedikit atau tidak ada.
🚽 Buang air kecil lebih jarang atau jumlah urine berkurang.
😴 Anak tampak lemas, mengantuk, atau kurang aktif.
👀 Mata tampak cekung.
👶 Pada bayi, ubun-ubun dapat tampak cekung.
🧴 Kulit dapat terasa kurang elastis.
Jika anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak dapat minum, atau menunjukkan tanda dehidrasi berat, segera bawa ke fasilitas kesehatan.
❓ Apakah anak yang diare boleh diberi oralit?
Ya. Oralit dapat diberikan kepada anak yang mengalami diare untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.
Oralit merupakan larutan yang mengandung air, garam, dan gula dalam komposisi yang tepat untuk membantu mencegah dan mengatasi dehidrasi akibat diare.
Berikan oralit sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.
💧 Bagaimana cara memberikan oralit?
Berikan sedikit demi sedikit tetapi sering.
Gunakan sendok atau cangkir sesuai usia anak.
Jika anak muntah, tunggu sekitar 10 menit, kemudian coba berikan kembali secara perlahan.
Jangan mencampur oralit dengan susu, jus, atau minuman lainnya.
Larutkan oralit menggunakan jumlah air sesuai petunjuk kemasan.
Larutan oralit yang sudah dibuat sebaiknya digunakan sesuai petunjuk dan tidak disimpan terlalu lama.
Jangan membuat larutan oralit sendiri dengan takaran gula dan garam yang tidak tepat, karena komposisi yang salah dapat berbahaya.
❓ Apakah anak tetap boleh makan saat diare?
Ya.
Anak tetap perlu mendapatkan makanan bergizi selama mengalami diare.
Jika anak masih mau makan, berikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
Pilihan makanan dapat disesuaikan dengan usia dan kebiasaan makan anak, misalnya:
🍚 Nasi atau makanan pokok lainnya.
🥚 Telur.
🐟 Ikan atau sumber protein lainnya.
🥣 Makanan bertekstur lembut yang mudah dimakan.
🥬 Sayuran yang dimasak dengan baik.
Untuk bayi yang masih menyusu, ASI tetap diberikan dan dapat diberikan lebih sering.
❓ Apakah diare harus dihentikan dengan obat?
Tidak semua diare membutuhkan obat penghenti diare.
Yang paling penting adalah mencegah dan mengatasi dehidrasi serta memastikan kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi.
Jangan memberikan obat diare kepada anak tanpa berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan, terutama obat yang dapat memperlambat gerakan usus.
Tenaga kesehatan dapat menentukan penanganan yang sesuai berdasarkan usia, kondisi, penyebab, dan tingkat keparahan diare.
❓ Bagaimana dengan zinc?
Zinc dapat diberikan pada anak dengan diare sesuai anjuran tenaga kesehatan. Zinc dapat membantu memperpendek durasi dan mengurangi keparahan diare pada anak serta menurunkan risiko diare berulang dalam waktu dekat.
Dosis dan lama pemberian harus mengikuti anjuran tenaga kesehatan sesuai usia anak.
❓ Kapan anak harus segera dibawa ke Puskesmas?
Segera bawa anak ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan apabila:
🚨 Anak tidak mau atau tidak bisa minum.
🚨 Anak muntah terus-menerus.
🚨 Anak sangat lemas, mengantuk, atau sulit dibangunkan.
🚨 Buang air kecil sangat sedikit atau tidak buang air kecil.
🚨 Mata tampak cekung dan mulut sangat kering.
🚨 Terdapat darah dalam tinja.
🚨 Demam tinggi atau kondisi anak semakin memburuk.
🚨 Diare berlangsung terus-menerus dan tidak menunjukkan perbaikan.
🚨 Bayi mengalami diare dan tampak mengalami perubahan kondisi yang mengkhawatirkan.
Jangan menunggu sampai anak mengalami dehidrasi berat.
❓ Bagaimana mencegah diare pada anak?
Pencegahan diare dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah:
🧼 Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
🥗 Pastikan makanan diolah dan disimpan dengan bersih.
💧 Gunakan air yang aman untuk minum dan memasak.
🍽️ Jaga kebersihan peralatan makan anak.
🍼 Pastikan botol dan perlengkapan makan bayi dibersihkan dengan baik.
🚽 Gunakan sanitasi dan toilet yang bersih.
👶 Berikan ASI sesuai anjuran.
💉 Lengkapi imunisasi anak sesuai jadwal.
❤️ Jangan Panik, Jangan Abaikan
Diare pada anak memang sering terjadi, tetapi dehidrasi dapat berkembang dengan cepat, terutama pada bayi dan anak kecil.
Berikan cairan dan oralit sesuai anjuran, tetap berikan makanan dan ASI, serta pantau kondisi anak.
Jika muncul tanda bahaya atau anak terlihat semakin lemas, segera periksakan ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Penyunting : Rika Nurani, S.Kom.
📌 Puskesmas Kalitanjung
📱 WhatsApp: 0819-0468-4172 (chat only)
📷 Instagram: @puskesmas_kalitanjung
🎵 TikTok: Puskesmas Kalitanjung
🌐 Website: puskesmaskalitanjung.cirebonkota.go.id
📘 Facebook: Puskesmas Kalitanjung
▶️ YouTube: Puskesmas Kalitanjung
Puskesmas Kalitanjung — Bersama Mewujudkan Masyarakat yang Sehat.
#PuskesmasKalitanjung #DiarePadaAnak #DiareAnak #Oralit #Dehidrasi #KesehatanAnak #AnakSehat #CegahDiare #TandaDehidrasi #TanyaJawabKesehatan #EdukasiKesehatan #PromosiKesehatan #CirebonSehat