Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

DBD dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Penyakit ini perlu diwaspadai karena kondisi penderita dapat memburuk dengan cepat, terutama ketika memasuki fase kritis.

Namun, tidak semua demam berarti DBD. Demam dapat disebabkan oleh berbagai jenis infeksi atau kondisi kesehatan lainnya.

❓ Apa ciri-ciri DBD?

Gejala DBD dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

🌡️ Demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba.
🤕 Sakit kepala, termasuk nyeri di belakang mata.
💪 Nyeri otot, tulang, atau sendi.
🤢 Mual dan muntah.
🔴 Muncul ruam atau bintik kemerahan pada kulit pada sebagian penderita.
😴 Tubuh terasa lemas.
🩸 Pada kondisi yang lebih berat dapat terjadi perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, muntah darah, atau BAB berwarna hitam.

Penting untuk diketahui bahwa gejala DBD tidak selalu lengkap dan tanda perdarahan tidak harus muncul sejak awal.

❓ Apakah semua demam adalah DBD?

Tidak.

Demam merupakan respons tubuh terhadap berbagai kondisi, terutama infeksi. Flu, infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran cerna, dan berbagai penyakit lainnya juga dapat menyebabkan demam.

Karena gejalanya dapat menyerupai penyakit lain, DBD tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan suhu tubuh atau gejala saja.

Jika demam berlangsung atau terdapat tanda yang mengkhawatirkan, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan. Dokter dapat menilai kondisi pasien dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan laboratorium.

⚠️ Waspadai Fase Setelah Demam Turun

Salah satu hal penting dalam DBD adalah demam yang turun tidak selalu berarti penderita sudah sembuh.

Pada sebagian penderita, fase kritis dapat terjadi sekitar saat demam mulai turun. Karena itu, kondisi pasien tetap perlu dipantau, terutama jika muncul tanda bahaya.

Jangan merasa aman hanya karena suhu tubuh sudah kembali normal.

❓ Kapan harus segera ke fasilitas kesehatan?

Segera bawa penderita ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan apabila demam disertai tanda bahaya seperti:

🚨 Nyeri perut hebat atau perut terasa sangat tidak nyaman.
🚨 Muntah terus-menerus.
🚨 Perdarahan, seperti mimisan atau gusi berdarah.
🚨 Muntah darah atau BAB berwarna hitam.
🚨 Tubuh sangat lemas atau gelisah.
🚨 Mengantuk berlebihan atau sulit dibangunkan.
🚨 Tangan dan kaki terasa dingin.
🚨 Sulit makan atau minum.
🚨 Jumlah urine berkurang atau jarang buang air kecil.
🚨 Kondisi semakin memburuk meskipun demam mulai turun.

Jangan menunggu sampai kondisi menjadi berat untuk mencari pertolongan.

❓ Apakah DBD bisa dicegah?

Bisa.

Pencegahan DBD perlu dilakukan secara bersama-sama karena nyamuk penular dapat berkembang biak di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Salah satu langkah utama adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus:

🪣 1. Menguras

Bersihkan dan kuras tempat penampungan air secara rutin, terutama yang memungkinkan menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

🫙 2. Menutup

Tutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur.

🗑️ 3. Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali

Singkirkan atau manfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air hujan.

➕ Plus

Lengkapi dengan langkah lainnya, seperti:

  • Menggunakan kelambu saat tidur.

  • Menggunakan obat antinyamuk sesuai petunjuk.

  • Memasang kawat kasa pada ventilasi bila diperlukan.

  • Menjaga kebersihan lingkungan.

  • Memantau dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menampung air.

  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian terlalu lama karena dapat menjadi tempat beristirahat nyamuk.

❓ Mengapa 3M Plus harus dilakukan secara rutin?

Nyamuk Aedes dapat berkembang biak pada genangan air yang relatif sedikit di berbagai wadah di sekitar rumah.

Karena itu, membersihkan lingkungan hanya ketika musim hujan atau ketika sudah ada kasus DBD belum cukup.

PSN harus menjadi kebiasaan rutin, baik saat musim hujan maupun musim kemarau.

❓ Apakah penderita DBD boleh minum?

Penderita demam perlu mendapatkan cukup cairan, kecuali dokter memberikan pembatasan cairan karena kondisi tertentu.

Berikan cairan sedikit demi sedikit tetapi sering apabila penderita mengalami mual.

Jika penderita sulit minum, muntah terus-menerus, atau menunjukkan tanda kekurangan cairan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan.

Untuk penggunaan obat penurun demam, ikuti anjuran tenaga kesehatan. Hindari penggunaan obat tertentu seperti aspirin atau ibuprofen tanpa arahan dokter karena pada dugaan DBD terdapat risiko perdarahan.

❓ Apakah DBD bisa sembuh?

Sebagian besar penderita DBD dapat pulih dengan penanganan yang tepat.

Tidak ada obat antivirus khusus yang secara rutin digunakan untuk menghilangkan virus dengue. Penanganan berfokus pada pemantauan kondisi, menjaga kecukupan cairan, mengatasi gejala, serta mendeteksi dan menangani tanda bahaya sedini mungkin.

Karena kondisi dapat berubah dengan cepat, pemantauan oleh tenaga kesehatan sangat penting, terutama pada fase kritis.

🦟 Mari Bersama Cegah DBD

DBD bukan hanya tanggung jawab satu orang. Pencegahan membutuhkan peran keluarga dan seluruh masyarakat.

Mari biasakan 3M Plus, periksa tempat penampungan air secara rutin, dan segera mencari pertolongan apabila muncul tanda bahaya.

Satu rumah bebas jentik, satu keluarga lebih terlindungi.


Penyunting : Rika Nurani, S.Kom.

📌 Puskesmas Kalitanjung

📱 WhatsApp: 0819-0468-4172 (chat only)
📷 Instagram: @puskesmas_kalitanjung
🎵 TikTok: Puskesmas Kalitanjung
🌐 Website: puskesmaskalitanjung.cirebonkota.go.id
📘 Facebook: Puskesmas Kalitanjung
▶️ YouTube: Puskesmas Kalitanjung

Puskesmas Kalitanjung — Bersama Mewujudkan Masyarakat yang Sehat.

#PuskesmasKalitanjung #DBD #DemamBerdarah #DemamBerdarahDengue #Dengue #CegahDBD #PSN3MPlus #3MPlus #BebasJentik #CegahDemamBerdarah #TanyaJawabKesehatan #EdukasiKesehatan #PromosiKesehatan #CirebonSehat