Artikel

Intervensi Sebelum Bayi Lahir: Cegah Stunting Sejak Dini

29 November 2025
PUSKESMAS KALITANJUNG
43
Bagikan ke
Intervensi Sebelum Bayi Lahir: Cegah Stunting Sejak Dini

Upaya pencegahan stunting tidak dimulai setelah anak lahir, tetapi jauh lebih awal—bahkan sejak masa remaja dan kehamilan. Remaja putri dan ibu hamil merupakan kelompok yang sangat penting untuk diperhatikan agar tidak mengalami kekurangan gizi ataupun anemia. Kondisi tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan janin dan kesehatan bayi setelah lahir.

Puskesmas Kalitanjung terus mendorong penerapan intervensi gizi spesifik sebelum bayi lahir, sebagai langkah dasar untuk mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan bebas stunting.


🔍 Intervensi Sebelum Bayi Lahir

Untuk memastikan ibu hamil dan remaja putri memiliki status gizi yang baik, dilakukan beberapa langkah berikut:

1. Pemeriksaan Lingkar Lengan Atas (LILA) dan Kadar Hemoglobin (HB) Ibu Hamil

Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi risiko anemia serta kekurangan energi kronis yang dapat memengaruhi tumbuh kembang janin.

2. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)

Ibu hamil wajib mengonsumsi 1 tablet tambah darah setiap hari, sementara remaja putri dianjurkan mengonsumsi 1 tablet per minggu untuk menjaga kadar hemoglobin tetap optimal.

3. Suplementasi Mikronutrien

Pemberian zat gizi mikro seperti asam folat, vitamin, dan mineral membantu menunjang kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin.


👶 Setelah Bayi Lahir, Pastikan:

1. ASI Eksklusif

Berikan ASI saja selama 6 bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain.

2. Pengukuran Berkala di Posyandu

Pantau pertumbuhan dan perkembangan bayi melalui penimbangan, pengukuran panjang badan, dan lingkar kepala secara akurat.

3. Imunisasi Lengkap

Imunisasi menjadi perlindungan utama agar bayi terhindar dari berbagai penyakit berbahaya.

4. Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

Setelah usia 6 bulan, bayi memerlukan MP-ASI yang bernutrisi seimbang, aman, dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang.


Komitmen Puskesmas Kalitanjung

Puskesmas Kalitanjung terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui:

  • Pemeriksaan kehamilan rutin

  • Edukasi gizi dan pola makan sehat

  • Pemberian tablet tambah darah dan suplementasi

  • Pelayanan Posyandu secara berkala

  • Pemantauan tumbuh kembang balita

  • Program pencegahan stunting di masyarakat

Dengan intervensi sejak dini, kita dapat memastikan anak-anak tumbuh optimal dan hidup lebih sehat.



Gambar

Bagikan ke