Artikel

Anak Juga Bisa Terinfeksi HIV: Kenali Risiko dan Cara Pencegahannya

29 November 2025
PUSKESMAS KALITANJUNG
44
Bagikan ke
Anak Juga Bisa Terinfeksi HIV: Kenali Risiko dan Cara Pencegahannya

HIV tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak juga dapat terinfeksi HIV, terutama melalui penularan dari ibu yang positif HIV. Di Indonesia, sebagian besar kasus HIV pada anak terjadi melalui penularan dari ibu ke anak, baik selama kehamilan, persalinan, maupun saat menyusui.

Melalui upaya pencegahan yang tepat dan deteksi dini, risiko penularan HIV dari ibu ke anak dapat ditekan hingga sangat rendah. Puskesmas Kalitanjung berkomitmen untuk memberikan edukasi dan layanan kesehatan yang mendukung pencegahan penularan HIV sejak dini.

🔍 Bagaimana Anak Dapat Terinfeksi HIV?

Penularan HIV dari ibu ke anak dapat terjadi melalui:

1. Kehamilan

Virus dapat menembus plasenta dan menjangkiti janin apabila kondisi ibu tidak terkontrol atau tidak mendapatkan terapi ARV.

2. Persalinan

Risiko meningkat saat proses kelahiran karena adanya kontak dengan darah dan cairan tubuh ibu.

3. Menyusui

ASI dari ibu yang positif HIV dapat menjadi media penularan bila ibu tidak menjalani terapi ARV dengan baik.


Pencegahan Dapat Dilakukan Melalui:

✔️ Skrining HIV pada ibu hamil
Pemeriksaan HIV sebaiknya dilakukan sejak awal kehamilan agar dapat segera diberikan penanganan.

✔️ Pemberian Antiretroviral (ARV)
Ibu hamil yang positif HIV wajib mendapatkan ARV untuk menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi.

✔️ Proses persalinan sesuai indikasi medis
Penentuan metode persalinan dilakukan berdasarkan kondisi ibu dan bayi untuk menurunkan risiko penularan.

✔️ Profilaksis HIV untuk bayi baru lahir
Bayi dari ibu positif HIV mendapatkan obat pencegahan segera setelah lahir.

✔️ Pemberian ASI sesuai standar dan ketentuan
Pengaturan pemberian ASI dilakukan mengikuti pedoman PMTCT (Prevention of Mother To Child Transmission).


Komitmen Puskesmas Kalitanjung

Puskesmas Kalitanjung terus mendukung upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak melalui:

  • Layanan konseling dan tes HIV bagi ibu hamil

  • Pemberian ARV sesuai pedoman

  • Edukasi kesehatan reproduksi dan perencanaan kehamilan

  • Pendampingan bagi ibu hamil dengan HIV

  • Pemantauan tumbuh kembang dan kesehatan bayi

Kami percaya bahwa dengan edukasi yang tepat, deteksi dini, dan penanganan menyeluruh, kita dapat memutus rantai penularan HIV pada generasi berikutnya.



Gambar

Gambar

Bagikan ke