Apakah Imunisasi Aman? Apa yang Dilakukan Jika Imunisasi Anak Terlambat?

Imunisasi merupakan salah satu upaya penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Vaksin bekerja dengan membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan penyakit sehingga risiko sakit berat, komplikasi, dan penyebaran penyakit dapat dikurangi. WHO menyebut imunisasi sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling berhasil dalam mencegah penyakit.

Apakah Imunisasi Aman?

Ya, vaksin yang digunakan dalam program imunisasi telah melalui proses pengujian dan pemantauan keamanan. Setelah vaksin diberikan, sebagian anak dapat mengalami reaksi ringan seperti nyeri atau kemerahan di tempat suntikan, demam ringan, atau rewel. Reaksi tersebut umumnya bersifat sementara.

Setiap pelayanan imunisasi juga dilakukan dengan pemantauan terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Apabila terjadi keluhan setelah imunisasi, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penilaian dan penanganan yang tepat. Dalam penyelenggaraan imunisasi di Indonesia, pemantauan, pengkajian, dan tata laksana KIPI merupakan bagian dari program imunisasi.

Mengapa Imunisasi Penting?

Imunisasi membantu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat menyebabkan sakit berat, kecacatan, bahkan kematian. Pemberian vaksin sesuai jadwal membantu anak mendapatkan perlindungan pada waktu yang tepat.

Selain melindungi anak secara individu, cakupan imunisasi yang baik juga membantu mengurangi penyebaran penyakit di masyarakat dan mencegah terjadinya kejadian luar biasa penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi.

Bagaimana Jika Imunisasi Anak Terlambat?

Jangan panik dan jangan menganggap imunisasi anak harus dimulai kembali dari awal. Jika ada dosis imunisasi yang terlewat, segera bawa anak ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk diperiksa riwayat imunisasinya.

Petugas kesehatan akan melihat catatan imunisasi anak dan menentukan vaksin serta jadwal imunisasi kejar (catch-up) yang sesuai. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2026 juga menetapkan bahwa seseorang yang belum mendapatkan imunisasi rutin secara lengkap perlu mendapatkan imunisasi kejar untuk melengkapi status imunisasinya.

WHO juga menjelaskan bahwa imunisasi kejar ditujukan bagi anak yang melewatkan dosis vaksin yang seharusnya diberikan dan perlu dilakukan sesuai kebijakan serta jadwal nasional.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Jika imunisasi anak terlambat:

  1. Periksa buku KIA atau catatan imunisasi anak.

  2. Jangan menunda lebih lama untuk mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan.

  3. Bawa anak ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan status imunisasi.

  4. Sampaikan kepada petugas jika anak memiliki riwayat alergi berat, penyakit tertentu, atau pernah mengalami reaksi setelah imunisasi.

  5. Ikuti jadwal imunisasi kejar yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

  6. Simpan dan perbarui catatan imunisasi anak setelah setiap pemberian vaksin.

Imunisasi yang terlambat masih dapat dilengkapi melalui imunisasi kejar. Karena jadwal kejar dapat berbeda sesuai usia dan riwayat vaksinasi anak, jangan menentukan sendiri jenis atau jadwal vaksin berikutnya tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Jangan Tunggu Sampai Anak Sakit

Keterlambatan imunisasi berarti anak dapat lebih lama berada dalam kondisi belum terlindungi secara optimal terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Karena itu, semakin cepat status imunisasi diperiksa dan dilengkapi, semakin cepat pula anak memperoleh perlindungan yang sesuai.

“Imunisasi tepat waktu, perlindungan lebih optimal. Jika terlambat, jangan menyerah—lengkapi dengan imunisasi kejar.”

Penyunting : Rika Nurani, S.Kom.


📌 Hubungi & Ikuti Puskesmas Kalitanjung

📱 WhatsApp: 0819-0468-4172 (chat only)
📷 Instagram: @puskesmas_kalitanjung
🎵 TikTok: Puskesmas Kalitanjung
🌐 Website: puskesmaskalitanjung.cirebonkota.go.id
📘 Facebook: Puskesmas Kalitanjung
▶️ YouTube: Puskesmas Kalitanjung

Puskesmas Kalitanjung
Sehat bersama, terlindungi sejak dini.