Paparan sinar matahari memang penting bagi tubuh karena membantu pembentukan vitamin D. Namun, beraktivitas terlalu lama di bawah terik matahari, terutama pada siang hari, dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi hingga heat stroke yang dapat mengancam jiwa.
Cuaca panas yang ekstrem membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, tubuh akan mengalami dehidrasi dan kesulitan mengatur suhu tubuh.
Dampak Terlalu Lama Terpapar Matahari
Dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan.
Kelelahan karena panas (heat exhaustion).
Heat stroke, yaitu kondisi darurat ketika suhu tubuh meningkat sangat tinggi.
Kulit terbakar (sunburn) dan mempercepat penuaan kulit.
Mata terasa perih atau silau akibat paparan sinar ultraviolet (UV).
Risiko kerusakan kulit meningkat jika paparan sinar UV berlangsung terus-menerus tanpa perlindungan.
Cara Melindungi Diri
Batasi aktivitas di luar ruangan, terutama pukul 10.00–16.00 WIB saat sinar matahari paling terik.
Minum air putih secara teratur, meskipun belum merasa haus.
Gunakan topi, payung, kacamata hitam, atau pakaian berlengan panjang saat berada di luar ruangan.
Gunakan tabir surya (sunscreen) dengan SPF yang sesuai dan ulangi pemakaian bila diperlukan.
Beristirahat di tempat yang teduh jika mulai merasa lelah atau kepanasan.
Kenali Tanda Bahaya
Segera hentikan aktivitas dan cari pertolongan apabila muncul gejala seperti:
Pusing atau sakit kepala.
Tubuh terasa sangat lemas.
Mual atau muntah.
Keringat berlebihan atau justru berhenti berkeringat.
Kulit terasa sangat panas.
Kebingungan atau penurunan kesadaran.
Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat dicegah dengan kebiasaan sederhana. Lindungi diri saat beraktivitas di luar ruangan, penuhi kebutuhan cairan tubuh, dan kenali tanda-tanda bahaya agar kesehatan tetap terjaga selama musim kemarau maupun cuaca panas.
Jaga kesehatan, lindungi tubuh dari terik matahari, dan tetap beraktivitas dengan aman.