Anak GTM (Gerakan Tutup Mulut): Apa yang Harus Dilakukan?

“GTM bukan berarti anak tidak mau makan selamanya. Dengan pendekatan yang tepat, sabar, dan konsisten, anak dapat kembali menikmati waktu makan.”

Gerakan Tutup Mulut (GTM) merupakan kondisi ketika anak menolak makanan, menutup mulut, memalingkan wajah, atau bahkan melepehkan makanan yang diberikan. Kondisi ini cukup sering dialami oleh orang tua, terutama pada masa anak mulai mengenal berbagai jenis makanan.

GTM tidak selalu berarti anak sedang sakit atau tidak menyukai makanan. Anak dapat menolak makan karena berbagai alasan, seperti sedang tumbuh gigi, bosan dengan menu yang sama, terlalu banyak mengonsumsi camilan atau susu, suasana makan yang tidak nyaman, hingga ingin menunjukkan kemandiriannya.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak GTM?

1. Tetap tenang dan sabar

Hindari memaksa, memarahi, atau mengancam anak ketika ia menolak makan. Tekanan saat makan justru dapat membuat anak semakin takut atau tidak nyaman dengan waktu makan.

2. Sajikan makanan yang bervariasi

Berikan pilihan makanan dengan warna, tekstur, aroma, dan rasa yang beragam. Kenalkan makanan baru secara bertahap dan jangan langsung menyerah jika anak menolaknya.

3. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan

Usahakan waktu makan menjadi momen yang nyaman. Orang tua dapat makan bersama anak dan memberikan contoh kebiasaan makan yang baik.

Hindari penggunaan gawai atau televisi sebagai pengalih perhatian selama makan agar anak dapat fokus mengenali rasa lapar dan kenyang.

4. Berikan porsi kecil tetapi lebih sering

Porsi yang terlalu banyak dapat membuat anak merasa terbebani. Sajikan makanan dalam porsi yang sesuai dengan kemampuan anak dan berikan kesempatan untuk meminta tambahan jika masih lapar.

5. Pastikan kebutuhan gizi tetap terpenuhi

Saat anak menolak makanan tertentu, tetap usahakan kebutuhan gizinya terpenuhi melalui pilihan makanan bergizi lainnya, seperti sumber karbohidrat, protein, sayur, buah, serta sumber lemak sehat sesuai kebutuhan anak.

6. Pantau pertumbuhan dan perkembangan anak

Perhatikan berat badan, tinggi badan, aktivitas, dan perkembangan anak secara berkala. Pemantauan pertumbuhan di Posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan dapat membantu mendeteksi masalah gizi lebih dini.

Kapan Anak GTM Perlu Diperiksakan?

Segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila GTM berlangsung lama atau disertai tanda seperti:

  • Berat badan tidak bertambah atau justru menurun.

  • Anak tampak sangat lemas atau kurang aktif.

  • Anak sering muntah atau mengalami diare.

  • Anak mengalami kesulitan mengunyah atau menelan.

  • Anak sangat membatasi jenis makanan yang dapat diterima.

  • Ada tanda gangguan pertumbuhan atau perkembangan.

Ingat, Setiap Anak Itu Unik

Kemampuan dan kebiasaan makan setiap anak berbeda. Orang tua tidak perlu membandingkan anak dengan anak lainnya.

Yang terpenting adalah memberikan makanan bergizi, menciptakan suasana makan yang menyenangkan, tidak memaksa, serta tetap memantau pertumbuhan anak secara rutin.

Jika Ayah dan Bunda memiliki kekhawatiran mengenai pola makan atau pertumbuhan anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Kalitanjung.

Penyunting : Rika Nurani, S.Kom.

📱 WhatsApp: 0819-0468-4172 (chat only)
📷 Instagram: @puskesmas_kalitanjung
🎵 TikTok: Puskesmas Kalitanjung
🌐 Website: puskesmaskalitanjung.cirebonkota.go.id
Facebook : Puskesmas Kalitanjung
Youtube : Puskesmas Kalitanjung