Musim kemarau sering kali membawa suhu udara yang lebih tinggi. Jika tubuh terlalu lama terpapar panas tanpa asupan cairan yang cukup, risiko mengalami heat exhaustion (kelelahan akibat panas) hingga heat stroke (serangan panas) akan meningkat.
Heat exhaustion merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan garam akibat berkeringat berlebihan. Gejalanya meliputi:
Keringat berlebihan
Tubuh terasa lemas
Pusing atau sakit kepala
Mual atau muntah
Kram otot
Detak jantung lebih cepat
Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi heat stroke, yaitu keadaan darurat medis yang dapat mengancam jiwa. Tanda-tandanya antara lain:
Suhu tubuh sangat tinggi (≥40°C)
Kulit terasa panas dan kering atau sangat panas
Kebingungan, sulit berbicara, atau penurunan kesadaran
Kejang
Pingsan
Apa yang Harus Dilakukan?
Segera pindahkan penderita ke tempat yang teduh atau sejuk.
Longgarkan pakaian yang dikenakan.
Berikan minum air putih jika penderita masih sadar dan mampu menelan.
Dinginkan tubuh dengan kompres dingin atau kipas angin.
Jika gejala berat muncul atau tidak membaik, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Cara Mencegah Heat Exhaustion dan Heat Stroke
Minum air putih yang cukup, meskipun tidak merasa haus.
Hindari aktivitas berat di luar ruangan pada pukul 10.00–16.00 WIB.
Gunakan pakaian yang longgar, tipis, dan berwarna terang.
Kenakan topi atau payung saat beraktivitas di bawah sinar matahari.
Beristirahat secara berkala di tempat yang teduh.
Konsumsi makanan bergizi dan cukup cairan setiap hari.
Ingat! Heat stroke merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera. Jangan abaikan gejala akibat paparan panas, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
Puskesmas Kalitanjung mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak cuaca panas. Lindungi diri dan keluarga dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan agar tetap sehat selama musim kemarau.