Mengenal Prediabetes: Kenali Sejak Dini, Cegah Diabetes

Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi belum mencapai ambang diagnosis diabetes. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2 apabila tidak ditangani dengan baik.

Kabar baiknya, prediabetes dapat dikendalikan melalui perubahan pola hidup, pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Apa Itu Prediabetes?

Prediabetes terjadi ketika tubuh mulai mengalami gangguan dalam mengatur kadar gula darah. Salah satu penyebabnya adalah resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara optimal. Insulin merupakan hormon yang membantu gula darah masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

Akibatnya, gula darah dapat meningkat dan, jika berlangsung terus-menerus, risiko terjadinya diabetes tipe 2 juga meningkat.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), “Prediabetes meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.”

Apa Saja Tanda dan Gejala Prediabetes?

Prediabetes sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seseorang dapat mengalaminya selama bertahun-tahun tanpa menyadari bahwa kadar gula darahnya sudah meningkat.

Pada sebagian orang, dapat ditemukan tanda seperti:

  • Lebih sering merasa haus.

  • Lebih sering buang air kecil.

  • Mudah lelah.

  • Lebih sering merasa lapar.

  • Penglihatan mulai kabur.

Gejala tersebut tidak selalu menandakan prediabetes karena dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan lain. Oleh karena itu, pemeriksaan gula darah tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Siapa yang Berisiko Mengalami Prediabetes?

Prediabetes dapat dialami oleh siapa saja, tetapi risiko lebih tinggi pada orang dengan faktor berikut:

  1. Berat badan berlebih atau obesitas. Kelebihan berat badan dapat berkaitan dengan resistensi insulin.

  2. Kurang aktivitas fisik. Kebiasaan duduk terlalu lama dan jarang berolahraga dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme.

  3. Memiliki riwayat keluarga diabetes. Orang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 2 mempunyai risiko lebih tinggi.

  4. Usia bertambah. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama mulai usia 45 tahun.

  5. Riwayat diabetes saat kehamilan. Perempuan yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi di kemudian hari.

  6. Pola makan kurang sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, minuman manis, dan makanan tinggi kalori secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.

Memiliki satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti seseorang pasti mengalami prediabetes. Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk memastikan kondisinya.

Bagaimana Cara Mengetahui Prediabetes?

Cara utama untuk mengetahui prediabetes adalah melalui pemeriksaan gula darah di fasilitas pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan dapat menyarankan pemeriksaan yang sesuai, seperti gula darah puasa, tes toleransi glukosa oral, atau pemeriksaan HbA1c.

Sebagai gambaran, menurut kriteria yang umum digunakan, rentang berikut dapat menunjukkan prediabetes:

  • Gula darah puasa: 100–125 mg/dL.

  • Gula darah 2 jam setelah tes toleransi glukosa: 140–199 mg/dL.

  • HbA1c: 5,7–6,4%.

Hasil pemeriksaan perlu dinilai sesuai jenis tes, kondisi pasien, dan pedoman klinis yang berlaku. Tenaga kesehatan akan menentukan apakah pemeriksaan ulang atau tes tambahan diperlukan.

Jika memiliki faktor risiko, jangan menunggu munculnya gejala untuk memeriksakan diri ke Puskesmas.

Bagaimana Cara Mencegah Prediabetes Berkembang Menjadi Diabetes?

Perubahan kebiasaan sehari-hari dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.

1. Terapkan pola makan bergizi seimbang

Perbanyak sayuran, konsumsi buah utuh, pilih sumber protein seperti ikan, telur, tahu, dan tempe, serta sertakan sumber karbohidrat dalam porsi yang sesuai kebutuhan. Batasi minuman manis, makanan tinggi gula tambahan, dan makanan tinggi kalori yang dikonsumsi berlebihan.

2. Rutin melakukan aktivitas fisik

Usahakan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang, sekitar 30 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu, atau total minimal 150 menit per minggu sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.

Mulailah secara bertahap jika belum terbiasa berolahraga.

3. Jaga berat badan tetap sehat

Bagi orang dengan berat badan berlebih, penurunan berat badan secara bertahap dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Tentukan target yang realistis bersama tenaga kesehatan.

4. Hindari rokok dan batasi alkohol

Tidak merokok merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan metabolisme. Hindari konsumsi alkohol atau diskusikan risikonya dengan tenaga kesehatan jika memiliki kondisi medis tertentu.

5. Tidur cukup dan kelola stres

Usahakan memiliki jadwal tidur teratur, waktu istirahat yang cukup, dan cara mengelola stres yang sehat. Kebiasaan ini mendukung kesehatan secara keseluruhan.

6. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala

Periksa tekanan darah, berat badan, dan kadar gula darah sesuai kebutuhan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan prediabetes, ikuti anjuran tenaga kesehatan dan lakukan pemantauan secara teratur.

Mengapa Prediabetes Tidak Boleh Diabaikan?

Prediabetes merupakan kesempatan untuk melakukan perubahan sebelum berkembang menjadi diabetes tipe 2. Tanpa penanganan yang tepat, peningkatan gula darah dapat berlanjut dan meningkatkan risiko komplikasi kesehatan.

Sebaliknya, pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, dan pengelolaan berat badan dapat membantu mencegah atau menunda terjadinya diabetes tipe 2.

Yuk, Cegah Prediabetes Mulai Sekarang!

Masyarakat dapat memulai dengan mengurangi minuman manis, memperbanyak makanan bergizi seimbang, rutin bergerak, dan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.

Jangan menunggu hingga muncul keluhan. Jika memiliki faktor risiko diabetes atau khawatir dengan kadar gula darah, kunjungi Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan edukasi kesehatan yang sesuai.

Puskesmas Kalitanjung mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini demi mencegah diabetes.


Penyunting: Rika Nurani, S.Kom.

📱 WhatsApp: 0819-0468-4172 (chat only)
📷 Instagram: @puskesmas_kalitanjung
🎵 TikTok: Puskesmas Kalitanjung
📘 Facebook: Puskesmas Kalitanjung