Cirebon – Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama berbagai komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Sayangnya, hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala sehingga dikenal sebagai "silent killer" atau pembunuh senyap.

Karena sering tidak disadari, banyak penderita baru mengetahui dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi. Oleh sebab itu, mengenali faktor risiko, memahami tanda-tanda yang mungkin muncul, dan rutin memeriksa tekanan darah menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan.

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Tekanan darah yang tinggi membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat merusak pembuluh darah dan organ-organ vital.

Seseorang dapat mengalami hipertensi tanpa merasakan keluhan apa pun. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala sangat dianjurkan, terutama bagi orang dewasa.

Kenali Tanda dan Gejala Hipertensi

Walaupun sering tidak bergejala, beberapa orang dapat mengalami:

  • Sakit kepala, terutama di bagian belakang kepala.

  • Pusing atau rasa melayang.

  • Jantung berdebar.

  • Mudah lelah.

  • Penglihatan kabur.

  • Mimisan (pada sebagian kasus).

Perlu diingat bahwa gejala tersebut tidak selalu menandakan hipertensi. Cara paling akurat untuk mengetahuinya adalah dengan mengukur tekanan darah menggunakan alat yang telah terstandar.

Faktor Risiko Hipertensi

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi antara lain:

  • Riwayat hipertensi dalam keluarga.

  • Konsumsi garam berlebihan.

  • Pola makan tinggi lemak jenuh, gula, dan makanan olahan.

  • Kurang melakukan aktivitas fisik.

  • Merokok dan paparan asap rokok.

  • Berat badan berlebih atau obesitas.

  • Stres berkepanjangan.

  • Bertambahnya usia.

Cara Mencegah dan Mengendalikan Hipertensi

Hipertensi dapat dicegah maupun dikendalikan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:

  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan bergizi seimbang.

  • Batasi konsumsi garam hingga tidak lebih dari 5 gram atau sekitar 1 sendok teh per hari.

  • Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.

  • Jaga berat badan tetap ideal.

  • Hindari merokok dan batasi konsumsi alkohol.

  • Kelola stres dengan baik melalui aktivitas positif.

  • Tidur yang cukup setiap malam.

  • Rutin memeriksa tekanan darah di fasilitas pelayanan kesehatan.

Periksa Tekanan Darah Secara Berkala

Deteksi dini merupakan kunci utama dalam mencegah komplikasi hipertensi. Orang dewasa disarankan untuk memeriksa tekanan darah secara berkala, terutama apabila memiliki faktor risiko atau berusia di atas 40 tahun. Semakin cepat hipertensi diketahui, semakin besar peluang untuk mengendalikannya melalui perubahan gaya hidup maupun pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Puskesmas Kalitanjung mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Sehat (PHS), rutin mengukur tekanan darah, serta tidak menunda pemeriksaan kesehatan. Hipertensi dapat dikendalikan apabila dideteksi sejak dini dan ditangani secara tepat.