Artikel

Diare pada Anak dan Cara Penanganannya

30 April 2026
PUSKESMAS KALITANJUNG
82
Bagikan ke
Diare pada Anak dan Cara Penanganannya

Puskesmas Kalitanjung mengajak seluruh orang tua untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak dengan mengenali diare serta cara penanganannya. Diare adalah kondisi ketika anak buang air besar lebih sering dari biasanya dengan tinja cair atau lembek. Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan perlu ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi, terutama dehidrasi.

Anak-anak lebih rentan mengalami kehilangan cairan saat diare karena ukuran tubuhnya lebih kecil dibanding orang dewasa. Jika tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan lemas, berat badan turun, hingga kondisi gawat darurat.

Penyebab Diare pada Anak

Diare pada anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:

1. Infeksi Virus

Penyebab paling sering, seperti rotavirus dan virus lainnya.

2. Infeksi Bakteri

Biasanya berasal dari makanan atau minuman yang terkontaminasi.

3. Kebersihan yang Kurang Baik

Tangan yang kotor, makanan tidak higienis, atau lingkungan kurang bersih.

4. Alergi atau Intoleransi Makanan

Misalnya intoleransi laktosa atau alergi terhadap makanan tertentu.

5. Keracunan Makanan

Mengonsumsi makanan basi atau tercemar.

Gejala Diare pada Anak

Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • Buang air besar cair lebih dari 3 kali sehari
  • Mual atau muntah
  • Demam
  • Nyeri perut atau kembung
  • Nafsu makan menurun
  • Anak rewel atau lemas
  • Haus berlebihan

Tanda Dehidrasi yang Harus Diwaspadai

Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda-tanda berikut:

  • Mulut kering
  • Mata cekung
  • Anak sangat lemas
  • Jarang buang air kecil
  • Menangis tanpa air mata
  • Tidak mau minum
  • Mengantuk terus atau sulit dibangunkan

Cara Penanganan Diare pada Anak

1. Berikan Cairan Lebih Banyak

Berikan air putih, ASI, atau oralit untuk mengganti cairan yang hilang.

2. Tetap Berikan Makan

Jangan menghentikan makan. Berikan makanan lunak dan mudah dicerna dalam porsi kecil namun sering.

3. Lanjutkan ASI

Bayi yang masih menyusu harus tetap diberikan ASI sesering mungkin.

4. Jaga Kebersihan

Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan setelah membersihkan anak.

5. Berikan Zinc Sesuai Anjuran

Zinc dapat membantu mempercepat pemulihan diare pada anak sesuai anjuran tenaga kesehatan.

6. Hindari Obat Sembarangan

Jangan memberikan obat diare tanpa petunjuk tenaga kesehatan.

Kapan Harus ke Puskesmas?

Segera periksa ke Puskesmas jika:

  • Diare lebih dari 3 hari
  • Anak muntah terus-menerus
  • Tinja berdarah
  • Demam tinggi
  • Anak tidak mau minum
  • Tanda dehidrasi muncul
  • Anak sangat lemas

Cara Mencegah Diare

1. Cuci Tangan Pakai Sabun

Biasakan sebelum makan dan setelah dari toilet.

2. Gunakan Air Bersih

Pastikan air minum matang dan aman.

3. Jaga Kebersihan Makanan

Masak makanan hingga matang dan simpan dengan baik.

4. Berikan Imunisasi Lengkap

Imunisasi membantu mencegah beberapa penyebab diare.

5. Jaga Kebersihan Lingkungan

Rumah dan lingkungan bersih mengurangi risiko penularan penyakit.

Puskesmas Kalitanjung siap memberikan pelayanan pemeriksaan dan penanganan diare pada anak. Jangan menunda membawa anak ke fasilitas kesehatan bila kondisinya memburuk.

Mari jaga kesehatan anak dengan pola hidup bersih dan kebiasaan sehat setiap hari.

Cegah Diare, Lindungi Anak dari Dehidrasi!

Bagikan ke
Hari Jadi Kota Cirebon ke-599