Cara Menjaga Kebersihan Kuku agar Tetap Bersih, Sehat, dan Terhindar dari Infeksi
Kuku merupakan salah satu bagian tubuh yang sering luput dari perhatian dalam menjaga kebersihan diri. Padahal, kuku yang panjang dan kotor dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran serta mikroorganisme, terutama pada bagian bawah kuku. Jika kebersihannya tidak dijaga, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyebaran kuman dan terjadinya infeksi.
Menjaga kebersihan kuku merupakan kebiasaan sederhana yang penting diterapkan setiap hari, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Dengan perawatan yang tepat, kuku dapat tetap bersih, rapi, dan sehat.
1. Cuci Tangan dan Kuku Secara Rutin
Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan langkah utama untuk menjaga kebersihan tangan sekaligus kuku. Lakukan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah beraktivitas di luar rumah, setelah menyentuh benda kotor, serta setelah merawat hewan.
Saat mencuci tangan, jangan hanya membersihkan telapak dan punggung tangan. Bersihkan juga sela-sela jari, ujung jari, serta area di sekitar kuku. Gosok seluruh bagian tangan setidaknya selama 20 detik, kemudian bilas hingga bersih dan keringkan menggunakan handuk atau tisu bersih.
2. Potong Kuku Secara Teratur
Kuku yang terlalu panjang lebih mudah menampung kotoran, sehingga perlu dipotong secara teratur menggunakan gunting kuku atau pemotong kuku yang bersih.
Potong kuku ketika mulai panjang dan rapikan ujungnya agar tidak tajam. Untuk kuku tangan, bentuk kuku mengikuti ujung jari dan hindari memotong terlalu pendek karena dapat menyebabkan luka atau iritasi. Jangan menggigit kuku atau menarik kulit di sekitar kuku yang terkelupas.
3. Bersihkan Kotoran di Bawah Kuku dengan Lembut
Bagian bawah kuku dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran, terutama setelah berkebun, membersihkan rumah, atau melakukan pekerjaan yang bersentuhan dengan tanah.
Bersihkan kuku menggunakan sikat kuku yang lembut, sabun, dan air mengalir. Hindari mengorek bagian bawah kuku menggunakan benda tajam karena dapat melukai jaringan di sekitarnya dan meningkatkan risiko infeksi.
4. Hindari Kebiasaan Menggigit Kuku
Menggigit kuku merupakan kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Selain dapat merusak bentuk kuku dan kulit di sekitarnya, kebiasaan ini juga memungkinkan kotoran serta kuman dari tangan masuk ke dalam mulut.
Untuk mengurangi kebiasaan tersebut, jaga kuku tetap pendek dan rapi. Jika kebiasaan menggigit kuku sulit dihentikan, kenali situasi yang memicunya dan alihkan perhatian dengan kegiatan lain yang lebih sehat.
5. Gunakan Sarung Tangan Saat Beraktivitas Tertentu
Gunakan sarung tangan yang sesuai ketika berkebun, membersihkan rumah menggunakan bahan kimia, atau melakukan pekerjaan yang berisiko membuat kuku terpapar kotoran dan zat iritan.
Pilih sarung tangan yang tepat untuk jenis pekerjaan dan pastikan tangan tetap kering. Setelah selesai, lepaskan sarung tangan, cuci tangan, lalu keringkan dengan baik. Hindari menggunakan sarung tangan yang lembap atau kotor dalam waktu lama.
6. Jaga Kuku Tetap Kering dan Bersih
Kondisi kuku yang terus-menerus lembap dapat membuat kulit di sekitarnya lebih mudah mengalami iritasi. Setelah mencuci tangan atau mandi, keringkan tangan dan area di sekitar kuku dengan baik.
Jangan menggunakan alat perawatan kuku secara bergantian tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Jika melakukan perawatan kuku di salon, pastikan peralatan yang digunakan bersih dan telah melalui proses disinfeksi atau sterilisasi yang sesuai.
7. Penuhi Kebutuhan Gizi untuk Mendukung Kesehatan Kuku
Kesehatan kuku juga dipengaruhi oleh kecukupan gizi. Konsumsilah makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, vitamin, dan mineral, seperti telur, ikan, daging, kacang-kacangan, sayuran, serta buah-buahan.
Tidak perlu mengonsumsi suplemen khusus secara sembarangan untuk menjaga kuku tetap sehat. Utamakan pola makan seimbang dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika mengalami masalah kuku yang menetap.
Kapan Harus Memeriksakan Kuku ke Tenaga Kesehatan?
Perhatikan perubahan pada kuku, terutama jika disertai keluhan. Segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila kuku mengalami:
Kemerahan, bengkak, atau nyeri di sekitar kuku.
Keluar nanah atau muncul tanda infeksi.
Perubahan warna atau bentuk yang menetap.
Kuku menebal, rapuh, atau terlepas tanpa sebab yang jelas.
Jangan mengobati sendiri menggunakan bahan kimia atau obat yang tidak sesuai. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.
Kesimpulan
Menjaga kebersihan kuku tidak memerlukan perawatan yang rumit. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, memotong kuku secara teratur, membersihkan kotoran dengan lembut, menghindari kebiasaan menggigit kuku, dan menjaga kuku tetap kering dapat membantu mengurangi risiko penyebaran kuman serta masalah kesehatan pada kuku.
Mari jadikan kebersihan kuku sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat, dimulai dari diri sendiri dan keluarga.
Kutipan Singkat:
“Kuku bersih, tangan sehat, kebiasaan baik untuk melindungi diri dan keluarga.”
Sumber informasi: Prinsip kebersihan tangan dan perawatan kuku yang baik dalam upaya pencegahan infeksi.
Puskesmas Kalitanjung
Sehat Bersama Masyarakat
Penyunting: Rika Nurani, S.Kom.
Media Sosial:
Instagram: @puskesmas_kalitanjung
TikTok, Facebook, dan YouTube: Puskesmas Kalitanjung
Website: puskesmaskalitanjung.cirebonkota.go.id