Cara Membersihkan Tempat Penampungan Air dengan Benar agar Keluarga Tetap Sehat

Air bersih merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Air digunakan untuk mandi, mencuci, memasak, membersihkan peralatan rumah tangga, serta berbagai aktivitas lainnya. Namun, menjaga kebersihan air tidak cukup hanya dengan memastikan sumber air yang digunakan bersih. Tempat penampungan air di rumah juga perlu dibersihkan secara rutin agar kualitas air tetap terjaga dan tidak menjadi tempat berkembang biaknya kuman maupun jentik nyamuk.

Puskesmas Kalitanjung mengajak masyarakat untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), salah satunya melalui perawatan tempat penampungan air secara berkala.

Mengapa Tempat Penampungan Air Harus Dibersihkan?

Tempat penampungan air, seperti toren, bak mandi, drum, dan ember, dapat mengalami penumpukan endapan, kotoran, lumut, serta lapisan kotoran yang menempel pada dinding dan dasar wadah. Jika tidak dibersihkan, kondisi tersebut dapat mengganggu kebersihan tempat penampungan dan memengaruhi kualitas air.

Selain itu, wadah air yang tidak tertutup rapat berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, termasuk nyamuk Aedes aegypti yang dapat menularkan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Membersihkan tempat penampungan air secara rutin merupakan salah satu langkah sederhana untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah sekaligus mendukung upaya pencegahan penyakit.

6 Langkah Membersihkan Tempat Penampungan Air

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat di rumah.

1. Kosongkan tempat penampungan air

Buang air yang tersimpan di dalam bak atau toren sebelum proses pembersihan. Pastikan aliran air keluar melalui saluran pembuangan yang sesuai dan tidak menimbulkan genangan di sekitar rumah.

2. Sikat bagian dalam tempat penampungan

Gunakan sikat khusus untuk membersihkan dinding dan dasar wadah dari kotoran, endapan, lumut, serta lapisan yang menempel. Gunakan bahan pembersih yang sesuai dengan jenis wadah dan peruntukannya. Jika tempat penampungan digunakan untuk air minum, ikuti petunjuk khusus untuk wadah air minum.

3. Bilas hingga bersih

Bilas bagian dalam wadah menggunakan air bersih sampai sisa kotoran dan bahan pembersih terangkat. Pastikan tidak ada residu yang tertinggal.

4. Lakukan disinfeksi bila diperlukan

Apabila disinfeksi diperlukan, gunakan produk yang memang diperuntukkan bagi tempat penampungan air dan ikuti petunjuk pada label mengenai takaran, waktu kontak, serta cara pembilasan. Jangan menggunakan kaporit secara sembarangan atau memperkirakan takaran sendiri karena konsentrasi setiap produk dapat berbeda.

Jangan mencampurkan kaporit dengan pembersih lain, terutama produk yang mengandung asam atau amonia, karena dapat menghasilkan gas berbahaya.

5. Diamkan sesuai petunjuk produk

Berikan waktu kontak sesuai petunjuk penggunaan disinfektan agar proses disinfeksi berjalan dengan baik. Selama proses ini, jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan dari area pembersihan.

6. Bilas kembali dan isi dengan air bersih

Jika petunjuk produk mengharuskan pembilasan, bilas kembali tempat penampungan sampai bersih sebelum digunakan. Pastikan wadah aman untuk menampung air sesuai peruntukannya, kemudian tutup rapat agar tidak mudah kemasukan kotoran maupun nyamuk.

Catatan penting: Takaran kaporit dan waktu kontak tidak dapat disamakan untuk semua produk atau jenis tempat penampungan. Untuk air yang akan diminum, pastikan pengolahan dan disinfeksi dilakukan sesuai pedoman keamanan air minum yang berlaku.

Seberapa Sering Tempat Penampungan Air Harus Dibersihkan?

Lakukan pemeriksaan tempat penampungan air secara berkala. Bersihkan ketika terlihat kotor, terdapat endapan atau lumut, maupun ketika kondisi wadah memerlukan perawatan. Frekuensi pembersihan perlu disesuaikan dengan jenis wadah, kualitas sumber air, dan intensitas penggunaannya.

Untuk pengendalian jentik nyamuk, lakukan pula kegiatan 3M Plus, yaitu:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin.

  • Menutup rapat tempat penampungan air.

  • Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.

  • Melakukan langkah tambahan, seperti memeriksa potensi genangan dan menghindari penumpukan barang yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Ingat, tempat penampungan yang terlihat bersih tetap perlu diperiksa dan ditutup dengan baik.

Manfaat Membersihkan Tempat Penampungan Air

Kebiasaan membersihkan tempat penampungan air memberikan beberapa manfaat, antara lain:

  1. Membantu mengurangi penumpukan kotoran dan endapan.

  2. Menjaga kebersihan tempat penampungan serta mendukung pemeliharaan kualitas air.

  3. Mengurangi risiko tempat penampungan menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.

  4. Mendukung pencegahan penyakit yang berkaitan dengan air dan sanitasi yang tidak aman.

  5. Menciptakan lingkungan rumah yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Mulai dari Rumah, Lindungi Keluarga

Menjaga kebersihan tempat penampungan air merupakan tanggung jawab bersama. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga kualitas lingkungan rumah dan mendukung kesehatan seluruh anggota keluarga.

Mari terapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta lakukan pemeriksaan tempat penampungan air secara rutin. Jika menemukan jentik nyamuk, segera lakukan tindakan pengendalian sesuai anjuran petugas kesehatan.

Puskesmas Kalitanjung — Bersama mewujudkan keluarga dan lingkungan yang lebih sehat.

Penyunting: Rika Nurani, S.Kom.

📱 WhatsApp: 0819-0468-4172 (chat only)
📷 Instagram: @puskesmas_kalitanjung
🎵 TikTok: Puskesmas Kalitanjung
📘 Facebook: Puskesmas Kalitanjung

Kata kunci: