Pemantauan Balita KH Pasca Rawat Inap Pneumonia di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitanjung
Sebagai bentuk kesinambungan pelayanan kesehatan dan upaya pemantauan kondisi kesehatan balita pasca perawatan rumah sakit, Puskesmas Kalitanjung melaksanakan kegiatan kunjungan dan pemantauan balita pada hari ini, 15 Januari 2026, terhadap balita berinisial KH yang sebelumnya menjalani rawat inap di RS Sumber Kasih dengan diagnosis pneumonia.
Berdasarkan riwayat kesehatan yang diperoleh, balita KH pertama kali dibawa berobat ke Puskesmas Kalitanjung pada tanggal 6 Januari 2026 dengan keluhan batuk pilek disertai sesak napas. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan dan mempertimbangkan kondisi klinis balita, petugas memberikan tindak lanjut berupa rujukan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Selanjutnya, pada 7 Januari 2026, balita dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Sumber Kasih dan langsung mendapatkan penanganan medis lanjutan dengan status rawat inap. Selama masa perawatan, balita mendapatkan terapi sesuai indikasi medis hingga kondisi kesehatannya menunjukkan perbaikan. Balita kemudian dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada tanggal 13 Januari 2026.
Sebagai tindak lanjut pasca rawat inap, petugas Puskesmas Kalitanjung melakukan pemantauan langsung ke balita KH pada tanggal 15 Januari 2026. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kondisi balita cukup baik, dengan keluhan yang tersisa berupa pilek tanpa disertai batuk maupun sesak napas. Hasil pemeriksaan frekuensi napas menunjukkan 28 kali per menit, yang masih dalam batas normal sesuai usia. Pemeriksaan saturasi oksigen belum dapat dilakukan secara optimal karena balita menangis saat pemeriksaan. Berat badan balita tercatat 7,8 kg dengan usia 15 bulan.
Pada saat pemantauan, diketahui bahwa balita masih menjalani terapi lanjutan berupa Cefadroxyl sirup dengan dosis 3 x 5 mg, sesuai dengan anjuran dari fasilitas kesehatan sebelumnya. Petugas kesehatan juga memastikan kepatuhan keluarga dalam pemberian obat serta menjelaskan pentingnya menyelesaikan terapi antibiotik sesuai aturan.
Sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif, petugas Puskesmas Kalitanjung memberikan edukasi kesehatan kepada orang tua dan keluarga balita, meliputi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan rumah, cara menghitung frekuensi napas pada anak, serta penjelasan mengenai tanda-tanda bahaya pneumonia seperti napas cepat, tarikan dinding dada, sesak napas, demam tinggi, atau anak tampak lemas, yang mengharuskan keluarga segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan pemantauan balita pasca rawat inap ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan Puskesmas Kalitanjung dalam menjamin kesinambungan pelayanan kesehatan, meningkatkan kewaspadaan keluarga terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan, serta mendukung penurunan angka kesakitan pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kalitanjung.
Terkini
Terpopuler